Kepala Kanwil DJPb Provinsi Aceh Syafriadi SE MEc PhD dan Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Sahidal Kastri, berswafoto usai menerima peringkat pertama Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) tertinggi Tahun 2020 Kategori Pagu di atas Rp50 miliar. IST/RAKYAT ACEH

Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran 2020
BANDA ACEH (RA) – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh berhasil menorehkan prestasi terbaik tingkat Provinsi Aceh, sebagai peringkat pertama Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) tertinggi Tahun 2020 Kategori Pagu di atas Rp50 miliar dari Kantor Wilayah DJPb Provinsi Aceh.

Penghargaan ini telah diterima Perwakilan BKKBN Aceh Selasa (9/2) yang diserahkan langsung oleh Kepala Kanwil DJPb Provinsi Aceh, Syafriadi SE MEc PhD di aula DJPb Aceh di Banda Aceh.

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Aceh, Syafriadi menyampaikan, selamat kepada Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Drs Sahidal Kastri MPd beserta jajarannya atas prestasi yang diraih tersebut.

“Sebuah lompatan yang sangat besar karena pada tahun 2019 lalu Perwakilan BKKBN Aceh memperoleh peringkat lima. Pada tahun 2020, menjadi yang pertama. Alhamdulillah sebuah prestasi yang membanggakan dan semoga dapat dipertahankan,” tutur Kakanwil.

Disisi lain, sambungnya, Perwakilan BKKBN Aceh mampu memberikan inspirasi dan memotivasi satuan kerja (satker) lainnya.

Kakanwil berharap, indikator-indikator yang masih bisa ditingkatkan agar bisa dilaksanakan oleh Perwakilan BKKBN Aceh sehingga semakin baik di 2021.
Ada 13 indikator kinerja pelaksanaan anggaran.

“Saya yakin dari 13 indikator ini masih ada ruang-ruang perbaikan. Semoga bisa dilakukan. Kami dari Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Aceh siap menjadi mitra terbaik, mitra strategis buat Perwakilan BKKBN Aceh. Senantiasa melakukan perbaikan dan penyempurnaan,” katanya.

Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Sahidal Kastri, secara terpisah, Selasa (9/2) malam, mengucapkan terima kasih kepada Kanwil DJPb Provinsi Aceh yang telah memberikan bimbingan dan terus memantau pelaksanaan anggaran di Satker lembaganya.
Lebih lanjut kata Sahidal Kastri, Perwakilan BKKBN Aceh sangat berkomitmen bahwa indikator-indikator yang selama ini masih belum sempurna dan baik akan tetap diperbaiki. Selain itu, tetap berkonsultasi dengan jajaran Kanwil DJPb sehingga indikator tersebut lebih baik lagi dari tahun ke tahun.

Terlebih Satker Perwakilan BKKBN Aceh, kata Sahidal, sedang giat berusaha untuk mendapatkan capaian predikat Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (ZIWBK) pada 2021 ini. Sehingga prestasi yang didapatkan ini dapat membantu cepat terlaksananya predikat ZIWBK.

“Mudah-mudahan Allah SWT selalu memberikan perlindungan kepada kita dalam rangka menjalankan amanah ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran I (PPA I) Kanwil DJPb Provinsi Aceh, Ieng mengungkapkan, 13 indikator dalam kinerja pelaksanaan anggaran telah dicapai oleh Perwakilan BKKBN Aceh dengan angka yang cukup baik.

Apresiasi ini, kata Ieng diberikan kepada satker-satker yang mempunyai capaian IKPA terbaik di Aceh dengan dua kategori. Pertama, kategori pagu di atas Rp50 miliar. Kedua, kategori pagu di bawah Rp50 miliar.

“Untuk Perwakilan BKKBN Aceh masuk dalam kategori yang pertama yaitu pagu di atas Rp50 miliar dengan capaian DIPA yang tertinggi untuk Provinsi Aceh,” katanya. (harianrakyataceh.com)