Walikota Banda Aceh Pertama yang Didata di Pendataan Keluarga 2021

Aminullah, selesai didata di rumah pribadinya di Lampaseh Aceh, Kecamatan Meuraxa, mengatakan, PK 2021, sangat penting bagi pemerintah dalam menyediakan basis data keluarga untuk intervensi program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan program pembangunan lainnya.

Walikota Banda Aceh ini pun meminta
warganya untuk berpartisipasi dalam mensukseskan PK 2021, dengan memberikan data keluarga yang akurat dan benar kepada petugas.

Menurut Walikota Pendataan Keluarga sangat penting dilakukan, mengingat banyaknya masyarakat atau penduduk yang bertambah dan atau meninggal dunia namun tidak terdata dengan baik.

“Pendataan Keluarga ini tak lain tertib administrasi keluarga. Jumlah keluarga bertambah atau berkurang dalam lima tahun ini belum terdata lagi dengan baik. Nah, dengan adanya PK 2021 ini, paling tidak administrasi penduduk dalam hal ini keluarga menjadi tertib kembali, ” ujar Aminullah.

Selanjutnya, ia mengatakan, pendataan keluarga selain penting bagi pemerintah dalam menyediakan basis data keluarga juga dapat dijadikan pengumpulan data terkait jumlah angka stunting di Kota Banda Aceh.

“Dalam hal ini Pemko terus berupaya menurunkan angka stunting di Kota Banda Aceh, maka disini kita juga perlu data yang akurat terkait stunting. Tidak main tebak tebakan angkanya. Dengan adanya Pendataan Keluarga, angka stunting nanti akan terlihat rilla. Ada atau tidak ada stunting di Banda Aceh. Jika ada, dari data keluarga tersebut kita akan membuat program terkait penurunan angka stunting di Banda Aceh,” ujarnya lagi.

Turut hadir pada PK 2021 di rumah pribadi Walikota Banda Aceh,
Kepala OPDKB Banda Aceh, Cut Azharida, Kabid P2KB, Intan indriani, Kasie P3KB, Nasibah, Kasie KKS, Syarifah khuzaimah, Manajer pengelola/Koordinator PLKB Kecamatan Meuraxa, Faizah, Supervisor/PLKB Lampaseh Aceh, Fajar Azriani, dan Kader Pendata Dusun Kulam Raja Udah, Supraini Rostati.

Cut Azharida mengatakan kepada AcehNews. Net, ada sebanyak, 444 petugas pendata yang akan mendata keluarga di 90 desa/gampong di sembilan kecamatan. Di Kecamaymtan Meuraxa sendiri, katanya lagi, ada 32 kader pendata.

“Hari ini, pertama kita mendata keluarga Walikota Banda Aceh, kemudian Ketua DPRK, Keluarga Sekda, keluarga Kapolresta, dan kemudian tokoh masyarakat lainnya. Besok kita akan melanjutkan lagi pendataan dari rumah ke rumah secara langsung seperti pesan walikota tadi,” tutur Cut Azharida.

Kata Kepala OPDKB Banda Aceh, sejauh ini belum ada kendala dalam pelaksanaan pendataan keluarga. “Semua yang didata tadi sangat mendukung terlaksananya PK 2021 dengan sukses, apalagi Walikota Banda Aceh yang sangat welcome, ” ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Adpin Perwakilan BKKBN Aceh, Saflawi TR secara terpisah mengatakan, PK 2021 dilakukan di 23 kabupaten/kota, 289 kecamatan, dan 6.497 desa secara serentak.

“Tadi sudah masuk sebagian data keluarga yang sudah di data para kader pendata kita. Ada 8.07, petugas pendata melakukan pendataan. Ini hari pertama dan akan berakhir pada 31 Mei mendatang. Kita mohon dukungan dari masyarakat, memberikan data yang lengkap dan jelas kepada petugas, agar data yang dihasilkan nanti akurat,” kata Saflawi.

Koordinator Adpin ini mengatakan, PK21 menghasilkan data indeks pembangunan keluarga yang merupakan ukuran keberhasilan pembangunan keluarga di suatu daerah, baik tingkat nasional, provinsi, kabupaten maupun kota.

“Pendataan Keluarga juga dapat menyediakan data dan informasi keluarga berisiko stunting,” demikian pungkasnya. (sumber :  acehnews.net)