BKKBN Aceh Bahas RAN-PASTI, Bersama Bupati dan Walikota

Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Aceh membahas Sosialisasi Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN-PASTI). Acara itu turut dihadirkan sejumlah Bupati dan Walikota.

Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Sahidal Kastri menyebutkan, penurunan angka stunting,  menjadi 14 persen, pada tahun 2024, Presiden RI memberi arahan dalam Rapat Terbatas (Ratas) Program Percepatan Penurunan Stunting tanggal 25 Januari 2021 bahwa BKKBN mendapatkan mandat untuk menjadi Ketua Pelaksana Program Percepatan Penurunan Stunting.

Hal ini kemudian diikuti dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

“Di dalam Perpres tersebut diamanatkan agar Tim Pelaksana menyusun Rencana Aksi Nasional melalui pendekatan keluarga berisiko stunting. Sesuai denhan BKKBN telah menetapkan Peraturan Badan Nomor 12 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN PASTI) tahun 2021-2024,” Rabu, (16/3/2022).

Menurutnya, percepatan penurunan stunting tugas pokok, harus dilaksanakan secara bersama-sama oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, hingga ke Pemerintah Desa, dengan melibatkan semua  pemangku kepentingan dan juga masyarakat.

“Oleh karena itu, untuk menselaraskan  rambu-rambu yang ada dalam RAN-PASTI serta untuk membangun komitmen Pimpinan Daerah dan kita bersama, maka diperlukan sosialisasi RAN PASTI secara masif dan intensif sebagaimana yang kita laksanakan pada hari ini,” ungkapnya.

Secara khusus, sosialisasi ini bertujuan untuk mendapatkan penguatan komitmen kepala daerah serta jajaran dan kita bersama dalam upaya penurunan angka balita stunting.

Pemerintah Aceh memiliki komitmen yang kuat dalam rangka penurunan stunting di Aceh, seperti mendeklerasikan Gerakan pencegahan dan penanganan stunting (Geunting) di Aceh.

Ditambah lagi, peran yang sangat penting dan strategis yang digagas oleh Ibu Ketua TP PKK Aceh dengan Program Rumoh Gizi Gampung (RGG) serta pelibatan segenap lapisan masyarakat dalam pencegahan dan penurunan stunting di Aceh yang secara rutin terus turun langsung ke daerah-daerah.

“Namun demikian kami semua, atas bimbingan dan arahan Bapak Gubernur akan terus berupaya semaksimal mungkin akan menurunkan stunting di Aceh sesuai dengan target Bapak Presiden RI pada tahun 2024 nanti menjadi 14 persen,” paparnya.

(https://beritaaceh.co/)